Review Buku: Manusia Setengah Salmon


Tebal Buku:258 halaman
Penulis: Raditya Dika
Tanggal Rilis: 24 Desember 2011


Buku Manusia Setengah Salmon adalah buku keenam Raditya Dika setelah Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makankakus, Babi Ngesot, dan Marmut Merah Jambu. Dan, pastinya tema buku ini tak jauh-jauh dari yang sifatnya komedi yang menyangkut pengalaman-pengalaman hidup sang penulis. Tentunya, yang sifatnya konyol, aneh, bahkan tidak masuk diakal sebenarnya.

Jika boleh ngomong jujur( ini kan, blog gue...), buku MSS ini tidak jauh berbeda dengan buku Marmut Merah Jambu. Pengalaman-pengalaman menyakitkan tentang cinta bertebaran dalam beberapa bab, terutama di bab Sepotong Cinta dalam Sekardus Cokelat, yang tentunya jadi bumbu yang “aneh” dalam buku komedi seperti ini. Bagi yang suka cerita cinta-cintaan sih mungkin bakalan suka, tapi bagi yang nggak suka, ya lewat aja deh..

Jika menyoal tentang skill Radith dalam menuliskan komedi, tentu saja jangan ditanya. Bahkan, dalam Prakata pun dia sudah buka aibnya tentang kelulusan perkuliahan yang katanya, sudah memasuki tahun kedelapan. Bah....Selain itu, dia juga kembali nyinggung tentang Edgar, adiknya yang paling kecil. Ada juga bab tentang supirnya yang bau ketek abis di bab Bakar Saja Keteknya. Menurut saya, ini bab yang paling kocak dari keseluruhan buku ini. Selain itu, ada tips-tips goblok ala Raditya Dika di Akibat Nanya ke Orang Yang Salah Pas Ujian. Contohnya nih:

1.       T: Bang, kalo pensilnya ketelen pas Ujian gimana?
               J: Ngeden sekuat tenaga. Kalo keluarnya cuma setengah, lingkarilah lembar jawaban Ujian dengan menggesekkan pantatmu.

2.       T: Bang, kalo pengawasnya botak kayak Pitbull ngadepinnya harus gimana?
J: Lempar daging mentah ke luar kelas.


Huehueheuhue.....

Ada juga salah satu bab yang paling bikin sakit perut anda semua, yaitu Kasih Ibu Sepanjang Belanda. Tentunya, cerita-cerita absurd yang berbau pornografi(baca:bokep) tersedia semua disini. Apalagi ketika dia pergi ke Belanda untuk summer trip itu. Pokoknya, gila dah..

Selain itu, ada bab yang isinya galau maksimal banget, yaitu Jomblonology dan Manusia Setengah Salmon. Atau mungkin tips-tips bagi yang baru kencan pertama di bab Hal-hal Yang Perlu Diingat Saat Kencan Pertama.

Dalam MSS, Raditya tampak lebih dewasa dalam mengolah komedi menjadi bentuk esai-esai yang tidak hanya kocak, tapi juga ber-ending mulus. Dia juga pintar membuat pembaca penasaran dengan kelanjutan ceritanya, seperti di Interview with the Hantus.
Mungkin, jika saya membandingkan antara MSS dengan PJP(Poconggg Juga Pocong), yang tidak lain merupakan buku bergenre komedi paling laris sepanjang 2011( liat aja di toko2 buku, sampe sekarang masih tetep berlabel best seller bray!)...Maka, MSS ini jauh lebih profesional gaya tutur komedinya, tentu saja. Jika Raditya Dika sudah merupakan komedian “lepas pakem” terdewa,
Maka Arief adalah ikon Twitter tersohor. Tapi, Arief memang belum teruji dalam membuat tulisan-tulisan komedi panjang, tidak seperti tweet-tweetnya di Twitter. Mungkin seharusnya Arief “Poconggg” bisa belajar lebih banyak lagi darinya. Satu-satunya keunggulan dari PJP adalah, promosi yang luar biasa bagus dari Arief, sehingga PJP masih jadi best seller sampe sekarang, terhitung dari pertengahan 2011. Prok...prok...prok....

Nggak tahu juga, kenapa saya jadi ngomongin tentang PJP ya.:))
Yap, segitu saja, review dari saya.  Semoga dengan membaca review ini, anda yang belum membeli Manusia Setengah Salmon akan semakin tertarik untuk membelinya. Jika anda masih tidak tertarik.....saya nggak tahu harus ngomong apa lagi. Trims ya sudah membaca review ini...







0 komentar:

Post a Comment