Review Album: Taifun by Barasuara(2015)

genius.com

Penerangan di stage itu dipadamkan. Dari  kegelapan, muncul sosok berambut tergerai hingga sebahu sambil tercenung syahdu memainkan nada-nada ajaib dari gitar akustiknya. Sesaat kemudian, dia memainkan intro dari sebuah lagu dan satu persatu personel yang lain muncul ke panggung kemudian menyanyikan syair demi syair lagu dari band yang legendaris itu, ‘Sebelah Mata’. Gig tersebut adalah puncak dari lika-liku perjalanan Barasuara menggebrak belantara musik nusantara selama setahun terakhir walau tanpa rilisan resmi baik berupa lagu maupun album. Kolaborasi antara Barasuara dan Efek Rumah Kaca di Artwarding Night yang diabadikan oleh Sound From The Corner di Youtube itu sudah menyedot perhatian lebih dari 80 ribu khalayak. Mengandalkan musik yang menghentak berpadu dengan lantunan lirik berbasis puitisme dan romantisme aksara yang membuai, Barasuara senantiasa menjadi hottest newcomer di belantika musik Indonesia selama setahun terakhir ini( untuk melihat profil dan sejarah singkat Barasuara bisa dilihat di sini).

Dan hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. The most anticipated Indonesian album this year is finally come out. Dimulai dari Nyala Suara, nomor yang paling nge-rock dengan riff gitar yang ganas, lalu lanjut ke lagu dengan aransemen musik terbaik menurut saya disini, yaitu Sendu Melagu. Disini Marco Steffiano benar-benar menonjol dengan gebukan drum yang mengasyikkan di kuping, apalagi saat tampil live. Single pertama dari album ini, ‘Bahas Bahasa.’ Nomor yang paling akrab di telinga pendengar karena sudah diputar di beberapa radio ini terdengar seperti lagu persilatan di intronya. Lagu dengan rif andalan ‘Makna, makna dalam aksara, makna mana yang kita bela?’ ini sudah dibuatkan video lirik yang uniknya diproduksi oleh mereka sendiri tanpa bantuan pihak luar. Dalam sebuah wawancara dengan majalah Rolling Stones, Iga Massardi pernah bilang, 'Ada beberapa hal yang harus Anda lakukan sendiri, walaupun Anda tahu Anda tidak mahir melakukannya.’ 

Lalu berlanjut ke lagu selanjutnya yang tak kalah spesial, Hagia. Lagu tentang iman dan kepercayaan, dan bagaimana kita sudah selayaknya saling menghormati antar sesama umat beragama, karena semua agama mengajarkan kebaikan, yang terlihat dari potongan bait 'Sempurna yang kau puja dan ayat-ayat yang kau baca, tak kurasa beda kita bebas tuk percaya.'

jurnalbanal

Dan beranjak ke lagu yang paling bisa membuat penonton sing-along bersama, bahkan sebelum intronya berkumandang. Yap, dia adalah Api dan Lentera. Menarik melihat sejarah terbuatnya lagu ini, ketika saya menonton gig Barasuara di Hai Day 2015, Iga sempat bercerita bahwa dia sampai sulit tidur selama beberapa hari untuk memikirkan sebuah bait yang akan langsung membuat penonton hapal dan kompak menyanyikannya bersama. Bisa dibilang lagu ini adalah semacam signature song-nya Barasuara. Lagu yang paling seru untuk di-sing along-kan bersama. Selain itu lagu selanjutnya adalah Mengunci Ingatan dan Tarintih.  Lagu pertama bercerita tentang seseorang yang berjuang untuk melepaskan ingatan masa lalu yang menyiksanya seumur hidup. Lalu lagu kedua bercerita tentang kasih orang tua yang tak berbalas. Dua-duanya identik dengan vokal layer yang berkarakter dari dua vokalis wanitanya, Puti dan Asterika. Makna dari kedua lagu tersebut juga sangat dalam, jika mampu menyelami bait-demi bait puisi yang terekam syahdu dengan vokal dan aransemen yang apik. Tak salah memang jika menyebut Barasuara sebagai sebuah proyek superband, bukan band biasa. Semua personelnya sudah kenyang ilmu dalam meramu musik yang berkualitas tinggi. Bahkan Gerald Situmorang memiliki latar jazz dalam kariernya. Marco sang drummer juga bisa dibilang begitu, karena dia menjadi music director dalam konser tunggal Raisa Mei lalu.


@raisa6690

Lanjut ke lagu kedua terakhir, yaitu Menunggang Badai. Lagu favorit saya, just info. Lagu yang paling nge-beat, dan membuka ruang selebar-lebarnya bagi para personelnya untuk melakukan solo performance. Sebenarnya ini salah satu yang paling ditunggu dari Barasuara.  Kita sudah tahu mereka memiliki harmonisasi yang bagus di lagu-lagu sebelumnya, dan kita tahu persis juga bahwa Gerald Situmorang adalah gitaris jazz yang sangat berbakat dan biasa bersolo ria di proyek-proyeknya, begitu juga Marco Steffiano. Dan di HaiDay yang lalu, saya beruntung menjadi salah satu diantara ratusan saksi yang melihat langsung Gerald main solo bass dan juga Marco. Satu hal yang pasti, penampilan live Barasuara selalu sangat atraktif, bahkan bisa dibilang jauh lebih baik daripada rekamannya. Jadi, merugilah kalian wahai hamba-hamba yang melewatkan penampilan Barasuara secara langsung.

Dan di terakhir ada Taifun, lagu dengan irama sendu dan lirik menohok yang bercerita tentang arti perjuangan dalam hidup, sepertinya. ‘Saat kau menerima dirimu dan berdamai dengan itu, kau menari dengan waktu tanpa ragu yang membelenggu’ adalah penggalan lirik yang rasanya akan tersimpan rapat di kepala saya hingga waktu yang lama.

Setelah review per-lagu dalam album Taifun, Anda seharusnya sudah tahu saya akan beri penilaian apa untuk album ini. Ya, benar! ALMOST PERFECT! Setelah penantian selama setahun lebih, mereka merilis album ini, dan hasilnya sama sekali tidak mengecewakan. Sembilan lagu dalam album ini obviously masterpieces from these great people. Saya, dan tentu saja semua yang sudah mendengar album ini berharap yang sama untuk Barasuara. Semoga ada album selanjutnya. Itu saja harapan kami buat teman-teman di Barasuara. Tak pernah kami merasa se-excited begini untuk menunggu sebuah album karya anak bangsa. Tuhan bersama kalian yang telah meracik musik secanggih ini. Syalom.

Terakhir, ini adalah tracklist lengkap album Taifun.

1.       Nyala Suara
2.       Sendu Melagu
3.       Bahas Bahasa
4.       Hagia
5.       Api & Lentera
6.       Menunggang Badai
7.       Tarintih
8.       Mengunci Ingatan
9.       Taifun

13 comments:

  1. Yap, gua ga nyesel buat beli album pertama barasuara! TAIFUN!!

    ReplyDelete
  2. Baru saja membeli album mereka. Sound yg apik disertai lirik yg bagus. Tidak mengecewakan :)

    ReplyDelete
  3. Mas reviev album sigmun dong crimson eyes

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah saya belum dengerin sih Sigmun, mudah2an ada waktu ya mas:)

      Delete
  4. keren gan
    ane pingin banget dari dulu nulis kaya gini tapi belum kesampai
    bagi bagi dong ilmu nulis dan review nya gan
    makasih dan mohon maaf sebelum nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha saya juga amatiran dalam nulis ginian mas. intinya sih banyak2in baca blog review langganan mas aja, terus coba terapin buat nulis dengan gaya sendiri, saya sih gitu mas:)

      Delete
  5. Asik banget bisa lihat Barasuara secara live. *iri

    ReplyDelete
    Replies
    1. yha nonton dong mba haha mereka lagi banyak gig nih di awal 2016 ini :))

      Delete
  6. Dengan hadirnya mereka dengan segudang pengalaman di belantika musik Indonesia, saya rasa saya adalah satu dari sekian penduduk Indonesia serta penikmat musik indie merasa beruntung bisa menikmati musik yang Indah dan bisa membuat kita sebagai pendengar menikmati hentakannya, terimakasih BARASUARA !

    ReplyDelete
  7. Dengan hadirnya mereka dengan segudang pengalaman di belantika musik Indonesia, saya rasa saya adalah satu dari sekian penduduk Indonesia serta penikmat musik indie merasa beruntung bisa menikmati musik yang Indah dan bisa membuat kita sebagai pendengar menikmati hentakannya, terimakasih BARASUARA !

    ReplyDelete