Sinetron....

Tadi malam, gue habis nonton sinetron "Anugerah" di salah satu TV nasional. Eits, jangan salah sangka dulu. Bukan..bukan. Gue bukan laki-laki yang hobi menghabiskan waktu bersama pacar di depan layar sinetron. Bukan. Semua terjadi berawal dari kelalaian gue untuk bangun tidur. Gara-gara telat, akhirnya semua juga telat. Makan, belajar, shalat, nelpon kecengan, semua telat. Akhirnya, gue lakuin semua itu pas jam 10 malam, tepat ketika "Anugrah" lagi on air. Gue juga nggak ngerti, kenapa juga disebut on air. Mungkin, biar terkesan ke-british-annya gitu kali ya. Sutradara sinetron juga manusia,  mereka pun mungkin tahu cara-cara biar sinetronnya go internasional. Kebayang, kalo sinetron Indonesia beneran go internasional ,terus ditayangkan setiap malam di TV-TV Korea gitu, dengan nama sinetron "Istri Yang Tertukar", atau Inggrisnya, "The Changed Wife", wew...Gue bakal ngerasa ganteng sebagai orang Indonesia.


"by the way, yang dikerudung itu seumuran gue lho"


Gue ambil makan di meja makan, lalu pergi ke ruang keluarga, harap-harap cemas apakah ada acara TV yang menarik. Maksud hati ingin menonton film laga, eh..apa daya, nenek gue mengambil remote, dan meng-klik channel paling pertama, yaitu RCTI. Jreeeng!!!!!!!!!!
TV menyambut gue dengan lagu-lagu kelam bernada kompleks, yang mungkin John Petrucci pun takkan bisa memainkannya. Mendadak, sajian horror ala Indonesia tersaji di depan mata gue.

"Kyaaa!!!!!!! Aku nggak kuat lagi, sus!! Aaargh!!"

 "Tenang, mbak. Ini bakal segera berakhir. Yang penting, rileks."

Dengan bantuan beberapa orang, mungkin kerabatnya, dia menghela napas dalam-dalam.

"Mbak. Bayinya nggak mungkin diselamatkan lagi. Kalau terlambat, nyawa Mbak-lah yang jadi taruhannya."

"APAAAA???!!!!" I...I..NI.. NGGAK MUNGKIN TERJADI!!!!!
*Kamera zoom-in*

"Ngemeng apa sih, jrit? Pokoknya, bayi ini harus digugurkan. KALAU TIDAK....."
"Aaarghhh.... Uuggh.... Tidak sus!!! TIDAK!!!! Bayi ini harus diselamatkan!!!"

Suasana memanas. Perlahan tapi pasti, gue pegang suapan terakhir gue, lalu menonton lagi. Nggak lama kemudian,

"Mbak. Tapi situasi memang tidak mungkin untuk itu!!! Mbak, sadarlah. Pilih nyawa bayinya, atau Mbak??""

Sumpah. Ini bener-bener pertanyaan kampret. Mana mungkin, seorang yang waras mengorbankan nyawanya sendiri, hanya untuk sesuatu yang tidak pasti semacam itu? Ya, nggak mungkin lah! Tapi, justru disinilah letak anti-klimaksnya.

"Aaaahhh!!!!! Bener Sus, ini emang sakit sekali!!!!!!! Tapi, jangan korbankan bayi saya, Sus!!!"

"Tidak, Mbak. Ini sudah telat. Saya harus menggugurkan kandungan Anda. Sekarang juga."

"TIDAKKK!!!!!"

"Saudara, silahkan keluar dari kamar ini. Saya akan menggugurkan kandungan Mbak ini."

Tetapi, salah satu saudaranya menolak untuk keluar. Dia justru mencoba untuh mencegah semua terjadi.

"Sayang. Sabar ya. Semua bakal berakhir. Bayimu akan selamat."

Tetapi, saudara yang lain memaksanya keluar,
"Tuti, cepat keluar!!!!! Semua bakal berakhir kalo kita biarkan suster ini bekerja sesuai kehendaknya."

"Tapi, tapi...."

"KELUAR!!!!!!!!!!!"

Setelah semua keluar, tinggallah sang Mbak dan sang Suster di kamar itu. Ternyata, sang suster berniat jahat kepada si Mbak. Gue tahu itu dari suara entah dari mana, seolah-olah dia lagi ngomong, padahal nggak. Jahat bener si Suster. Kalo tahu gitu, gue nikahi dia aja sekalian.

"Eha..ha.ha...h.a....Rencanaku berhasil!!!!!!!! Sekarang, waktunya..."
"Ngomong ke kamera*

Si suster mulai mendatangi sang Mbak. Dia membawa peralatan kedokteran yang menyeramkan : pisau gergaji, gunting rumput, golok bermata dua, minuman Torpedo, dan lain-lain. Gue juga nggak tahu apa hubungannya.

"Aaakhhh!!!! Apaan itu?? Apa yang akan Anda lakukan??!!!"

"Ehahaha....HUAHHAHAHHA!!!! EHAHAHA!!!!?? MUAHAHAHA!!!!! WUAHAHAHAH!!!!!!"
*ketawa setan lagi mabok*


"Woy, gue nanya goblok!!! Adegan itu nggak ada di naskah!!!"

"Oh, iya lupa. Lho, ITU URUSAN GUE ANJING!!! Ngapain ikut campur!!! Sekarang waktunya!!
EHAHAHAHA!!!!"

Si suster mulai menyalakan gergaji mesinnya, dan mengarahkannya ke perut si Mbak,

"HUAHAHA.....Selamat tinggal, Makhluk Tak Berguna!!"

"JANGAAAANNN!!!!!"

"Time is running out, bye..."

"LO BUDEG YA??!!! KALO GUE BILANG JANGAN, YA JANGAN, KAMPRET!!!!!"
Suasana chaos.

Lalu, mendadak darah bermuncratan kemana-mana. Gue merinding nggak keruan. Eh, pas gue telaah lagi, ternyata itu iklan cat tembok. Sialan.
Ternyata iklan saudara!!!!! IKLAN!!!!!

to be continued...

0 komentar:

Post a Comment