Desir Episode 1 #2



Sekitar jam 1 malam, 4 jam semenjak masing-masing dari kita mengerjakan tugasnya masing-masing,  terdengar suara sayup sayup dari luar kamar. Apakah itu?

Aku menempelkan gelas kaca yang berada di meja di tembok, untuk mendengarkan kegaduhan itu. Aku samar-samar mendengar ada beberapa orang yang berteriak-teriak tepat di balik pintu kamarku. Aku tak tahu apakah Rachel dan Naya juga mendengar suara itu, karena yang pasti mereka berjanji akan menyelidiki rahasia di tempat kemarin itu sampai larut malam.

Aku  terus menyimak semuanya, sampai kemudian suara benda terjatuh menghentikan semua suara-suara itu. AKu terkesiap, dan hamper terjatuh dari tempat tidurku.

Jantungku berdegup kencang. Aku hanya bisa diam, mencegah agar mereka tidak mendengar apa yang sedang kulakukan.

Tap.Tap.Tap.

Setelah suasana menghening, aku pun perlahan melangkahkan kaki menuju kea rah pintu. Setelah dengan begitu berhati-hatinya, aku menempelkan telinga ke daun pintu. Ah, tidak ada apa-apa, pikirku. Aku pun memberanikan diri membuka pintu, dan melihat sekeliling.

Ah, syukurlah. Tidak ada seorang pun diluar. Bekas-bekas benda yang mencurigakan pun tidak ada. Setelah menghela napas panjang, aku pun kembali ke kamar.

Kejadian itu sedikit membuat efek penahan tidur dari kopi yang kuminum tadi perlahan menghilang. Segera, kantuk pun menyerang. Aku mengambil posisi ternyaman buat tidur, dan aku pun terlelap dalam ketidaksadaran dan kepeningan.

Saat itu adalah jam tiga malam.


Sekarang adalah jam 8 pagi.

AKu baru terbangun jam segini. Tak biasanya. Apa kabar yang lain? Rachel dan Naya? Oh, ternyata mereka sudah duluan, dan gawatnya pagi ini rencananya bakal ada kunjungan ke situs purbakala yang ada di pusat kota Messina. Mati aku, belum siap apa-apa!

Tanpa mandi, tanpa gosok gigi, dan tanpa ganti baju, aku pun buru-buru ke bis tempat semua teman sudah berkumpul, menuju ke pusat situs purbakala itu.

Syukurlah, bis belum berangkat. Sepertinya ada yang lupa nih. Seketika, Rachel berteriak, ‘Der, celana kamu Der, CELANA KAMU!!!’

Aku baru menyadari, aku masih memakai celana boxer. Ah, shit. Segera aku kembali ke kamar untuk menyelesaikan urusan ini.

0 komentar:

Post a comment