Desir Eps 1 #3



Saat ku kembali ke kamar, aku kembali teringat dengan peristiwa yang terjadi tadi malam. Sambil menjaga-jaga agar tidak salah pakai celana, aku pun membawa serta buku investigasi yang dibuat dari tempat yang kemarin aku dan teman-teman cewekku kunjungi. Sepertinya, ini bakalan jadi kasus kedua yang menarik untuk dipecahkan oleh kelompok detektif-detektifan kami.

Aku lantas keluar dari kamar, lalu mengunci pintu kamar rapat-rapat. Lalu, samar-samar suara mesin bus mulai terdengar nyaring, aku pun bergegas lari menuju bus, dan kemudian naik ke sana.

Rachel menyambutku dengan pelukan hangat, ‘Ya ampun, Der, kamu kemana saja??!!! Semua yang ada disini menunggu kamu tahu!’

‘Oh, memangnya kenapa? Uh, sori ya, aku tadi telat bangun, tadi malam aku tidur terlalu larut, hehehe.’, aku menanggapinya.

‘Karena obat anti tidur itu? Apakah itu berpengaruh? AKu saja sudah tertidur dari jam 12 malam!!’ Seru Rachel. Naya pun mengiyakan.

‘Ah sudahlah.Tak usah dipikirkan.’ Aku pun membenamkan diri di kursi empuk itu. Naya hanya menggeleng-gelengkan kepala, sementara Rachel kembali ke kursinya dan membaca buku.

Selama sejam itu, aku menikmati pemandangan kota Messina dari balik jendela bis. Disebelahku kosong, karena tadi aku datang paling terakhir.

Saat semuanya berjalan lancar, tiba-tiba seseorang yang sangat kuhafal wajahnya menghambur duduk di sampingku. Lalu dia berkata, ‘Der, kamu tadi malam dengar sesuatu di luar penginapan gak?’

‘Errr…Kalo iya, Memangnya kenapa?’ Yap, dia tidak lain adalah Ringo, teman cowok yang mungkin jadi teman cowok satu-satunya aku ini.

‘Yaa gini, aku tadi malam juga terbangun, karena ada suara gaduh di luar penginapan. Selain itu, aku dengar juga ada suara teriakan dan rintihan, dan suaranya tepat di sebelah kamarku!’ , bisik Ringo dengan nada tidak sabar.

Aku sama sekali tidak tertarik dengan topic pembicaraan itu. Yang aku pikirkan hanya tidur, tidur, dan tidur.

‘Iya sih, aku juga denger, tapi cuma bentar, habis itu tidur.’

‘Tapi..tapi’, dia mencoba menarik perhatian, ‘Salah satu teman yang ada di kamar sebelah menghilang.Dari tadi dicariin dia tidak ada toh.’

Aku terkesiap, ‘Loh? Kok bisa? Ah, paling dia tertinggal bis karena sedang tidur lelap kali.’

‘Ya ampun. Perlu dikasih pelajaran tuh anak. Namanya siapa? Nomor HP-nya? Aku akan telepon dia!’

‘ Nggak ada Der.’

0 komentar:

Post a Comment