Desir Eps 1 Habis





Perbuatan Rachel telah menarik semua perhatian orang di situ, termasuk orang-orang bersenjata itu. Lelaki yang daritadi menatapku mengalihkan pandangan ke dia. “Ah, siapa gerangan nona nan cantik ini? Sepertinya dia punya hubungan dengan bajingan ini. Bagaimana kalau kita bawa dia sebagai jaminan? Hahahaha!!” Lelaki itu meminta Rachel untuk ikut bersamanya.

“Setuju!!!!”, sahut mereka sambil menembakkan peluru keatap bus. “Lalu bagaimana dengan bajingan ini?” , Tanya salah satu dari mereka sambil menunjuk ke arahku. “Habisi saja.” Sahut sang pemimpin.

Posisiku terjepit sekarang. Aku tak punya pilihan lain, selain membunuh Janet dengan pisau ini. Namun, belum saja aku mengayunkan pisau ke lehernya, Janet meronta-ronta dan menggigit tanganku hingga pisau terlempar.

Dengan sigap, orang-orang itu mengarahkan senapan ke mukaku. Mendadak, semua yang ada di penglihatanku berkunang-kunang, lalu gelap sama sekali. Tubuhku seakan-akan lenyap ditelan kegelapan. Aku tidak ingat sama sekali peristiwa setelah itu.

Samar-samar, beberapa orang sedang berbincang-bincang di hadapanku. Yang satu, sepertinya berusia tua, satu lagi berusia seumuran denganku. Mereka berbicara sesuatu yang sangat penting, menurutku.

Seseorang dari mereka sepertinya berjalan kearahku, kemudian melepaskan sesuatu yang telah menggelapkan pandanganku. Dan ajaib, semuanya kembali seperti semula. Kecuali satu hal.

Aku melihat Agas berdiri mematung di sebuah ruangan kaca yang sempit dan tertutup rapat. Disebelahnya ada Ringo. Bukan Ringo, karena yang tersisa hanya baju dan celananya, lengkap dengan percikan darah disemua bagiannya. Lalu, ada wanita dengan senyum menyeringai sedang mengasah kapaknya. Itu adalah Janet si jalang.

Dia rupanya menyadari seseorang telah memperhatikannya dari tadi. Dia adalah aku, dan dia menghampiriku dengan perlahan, sambil membawa kapaknya yang mengkilap bagai pasir putih pantai. Tak seperti biasanya, rambutnya tergerai indah dan hitam mengkilap. Tunggu dulu, ini persis seperti makna bahasa sandi Trimanole di kamar Agas.

Janet menyeringai ke arahku. Beberapa saat kemudian, aku menyadari bahwa ia mengenakan scarf milik Ringo. Janet mengeluarkan secarik kertas dari saku celananya, dan menunjukkannya didepan mukaku. Kertas itu berisi daftar nama-nama dari semua teman kita yang ikut dalam study tour. Daftar teratas adalah Ringo, dan daftar terbawah adalah, aku.




0 komentar:

Post a comment