Review Buku A Book With No Name : Bourbon Kid #1

Yap, bagi kalian-kalian yang suka baca novel terjemahan, ‘A book with no name’ sepertinya sudah akrab di telinga kalian. Jujur saja, saya langsung dibuat penasaran dengan buku ini, karena melihat covernya saja sudah sangat bombastis. Dituliskan disana, ‘A book with no name’ dengan penulis ‘anonymous’ dan diatasnya terdapat gelar #1 Internasional best seller. Wuih, sok misterius banget nih si penulis. Apalagi gambar bukunya aja sudah bikin bulu kuduk merinding, seperti gambar kepala kambing, dan pentagram(patut diketahui bahwa kedua symbol itu erat kaitannya dengan sekte sesat pemuja setan).



Siapa yang tidak penasaran? Akhirnya saya beli, dan seperti tulisan di belakangnya,





Hanya kemurnian hati yang mampu memahami halaman buku ini,.
Setiap halaman yang kau baca, akan semakin mendekatkanmu pada akhir.
Dan sementara kau sibuk mencari kebenaran, ternyata ia tepat berada didepanmu.
Kegelapan akan datang, bersama dengan kejahatan yang luar biasa.
Dan mereka yang telah membaca buku ini tidak akan pernah melihat cahaya lagi.

Gimana tidak tertarik coba? Akhirnya saya membuka lembaran demi lembaran buku itu, dan singkat cerita, ada suatu kota yang bernama Santa Mondega, sebuah kota yang dimana semua orang-orang terjahat di dunia berkumpul disini, terpencil, bahkan tidak tercatat di peta dunia manapun. Tokoh utama di sini adalah Bourbon Kid, yang dikisahkan menjadi malaikat kematian untuk mencabut nyawa-nyawa suci yang tersisa di Santa Mondega. Ada Sanchez, bartender bar Tapioca, yang memiliki peran sangat penting dalam cerita ini. Ada juga Jessica, wanita cantik yang koma selama 5 tahun, setelah menjadi satu-satunya orang yang gagal dibunuh oleh Bourbon Kid saat pembantaian massal 5 tahun lalu. Namun, pada akhirnya, baru diketahui bahwa Santa Mondega merupakan kota makhluk para penghisap darah, dengan Dewa Kegelapan Xavier yang tinggal disana. yang dikisahkan merupakan manusia setengah monster yang memiliki darah Kristus sekaligus darah vampir mengalir di tubuhnya.

Namun, dari sekian banyak tokoh dan plot cerita dalam novel ini, satu-satunya hal yang paling sering disebutkan hampir disetiap bab adalah the eye of the moon(mata rembulan), relik suci yang mitosnya bisa menahan peredaran bulan selamanya, dan mengatur alam semesta bagi yang memilikinya. Semua tokoh di sini saling meregang nyawa untuk merebutnya. Dan saran saya, jangan membaca novel ini sedikit demi sedikit, karena kalian bisa lupa akan plot cerita sebelumnya, saking banyaknya tokoh dan plot cerita dalam novel ini. Oh iya, menurut informasi yang saya dapatkan dari internet, novel inisudah dibuat dalam trilogy. Namun  buku kedua dan ketiga belum ada versi terjemahannya. Highly recommended! Selamat membaca!

Rating: 4,5/5

Terbit: Tahun 2000
Penulis: Anonymous
Tebal:493 halaman


Penerbit: Ten speed Press

0 komentar:

Post a comment