Review Album: Sacred Hearts Club by Foster The People(2017)

consequenceofsound.com

Semua orang mengenal Foster The People sebagai pembuat super hit yang mudah diingat dan sangat ceria namun memuat lirik yang kelam berlatarkan tragedi penembakan anak-anak di sekolah Amerika beberapa tahun lalu. Beranjak dari situ dibarengi dengan suksesnya album perdana Torches, Mark Foster dan sejawat menjadi unit alternative pop yang paling diperhitungkan. Dan seiring dengan semakin berkibarnya nama mereka, harapan tinggi pun ditumpahkan ke pundak mereka. Follow up Torches yaitu album Supermodel yang dirilis pada tahun 2014 tidak terlalu mendapatkan respon yang bagus dari khalayak, meskipun secara kualitas sama sekali tidak kalah dari Torches. Lalu  dengan dirilisnya album ketiga baru baru ini apakah Foster The People mampu mengembalikan nama besarnya sebagai unit alternatif terdepan dalam kancah musik internasional?



Album ketiga Foster the People yang diberi judul Sacred Hearts Club ini dirilis 21 Juli lalu diawali dengan EP berjudul "III" yang memuat tiga lagu yaitu Pay The Man, Doing It For Money, dan SHC. Dari ketiga lagu ini terlihat jelas bahwa Foster The People terus berkembang dalam menciptakan musik yang lebih berkelas tanpa keluar dari "root"-nya. Terutama Doing It for Money yang ear catching dengan lirik sarkas yang cerdas. Di beberapa nomor, Foster The People masih menggunakan formula lama yang digunakan di album-album terdahulu untuk tetap meyakinkan fans lamanya bahwa mereka masih merupakan band yang sama yaitu Foster The People. Di sisi lain, nomor lainnya justru menunjukkan perubahan signifikan seperti Loyal Like Sid & Nancy. Nomor ini mungkin adalah nomor paling ambisius dari seluruh lagu yang pernah diciptakan Foster dkk. Dengan pengaruh hiphop sekaligus EDM yang kental namun sama sekali tidak keluar dari akar Foster The People dengan signatur vokal serta bass yang mencolok. Perlu mendengarkan beberapa kali lagu ini hingga benar-benar melekat di kepala, sekaligus meresapi fakta betapa jeniusnya Mark Foster dkk jika membuat lagu dengan pakem tidak biasa seperti Loyal Like Sid & Nancy ini. Lalu beranjak ke nomor berikutnya yang juga my personal favourite yaitu Sit Next to Me. Sebuah lagu yang easy listening dan 'Foster The People' banget.  Nomor ini juga merupakan single kedua yang dirilis setelah Loyal Like Sid & Nancy. Selanjutnya ada Lotus Eater dengan riff gitar yang menonjol, sebuah eksperimen keluar pakem lagi dari Foster dkk. Riff gitar di lagu ini sedikit mengingatkan saya dengan Arctic Monkeys era album-album awal.

Jika ditarik sebuah kesimpulan, Sacred Hearts Club merupakan album yang sama sekali tidak mengecewakan. Dari dua belas lagu yang terangkum, tidak ada satupun yang menjadi filler atau sekedar pelengkap penderita di album ini. Semua lagu disini layak untuk disimak. Foster The People sekali lagi membuktikan bahwa mereka dapat evolve tanpa harus meninggalkan signaturenya sebagai sebuah band indie pop yang gemar mengeksplor sound unik hingga menjadi sebuah masterpiece. Tetapi, jangan harap bakal ada Pumped Up Kicks jilid dua, karena Foster the People yang sekarang sudah jauh lebih matang dan akan terus berkembang untuk memunculkan kejutan-kejutan baru di masa mendatang.



2 comments: